FIK UNY SUKSES SELENGGARAKAN THE 2ND YISHPESS DAN  THE 1ST COIS 2018

Memasuki era revolusi industri 4.0 sivitas akademika perguruan tinggi dituntut untuk terus berinovasi, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, Universitas Negeri Yogyakarta, dalam hal ini Fakultas Ilmu Keolahragaan turut bertanggung jawab dalam kemajuan ilmu pengetahuan. Realisasi misi tersebut diwujudkan dalam penyelenggaraan the 2nd Yogyakarta International Seminar on Health, Physical Education, and Sports Science (YISHPESS 2018) dan the 1st Conference on Interdisciplinary Approach in Sports (CoIS). Demikian disampaikan Wakil Rektor I UNY, Margana dalam sambutan sekaligus membuka kedua seminar yang terindeks publisher berreputasi internasional tersebut. Lebih lanjut, Margana menambahkan bahwa the 2nd YISHPESS dan 1st CoIS memfasilitasi  akademisi dan praktisi keolahragaan dalam usaha memperdalam, memperkaya, dan menyebarluaskan gagasan dan inovasi terbaru dalam bidang Pendidikan Jasmani, Kesehatan, Olahraga, dan Lintas Disiplin ilmu yang terkait Keolahragaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam forum ini, diharapkan menjadi ajang berbagi pengalaman dan ide untuk menciptakan gagasan dan inovasi yang lebih baik. Margana berharap agar pertemuan ilmiah tersebut dapat berkontribusi dan menguntungkan dalam mengupgrade kehidupan ilmiah bersama. 

Sementara itu Dr. Or. Mansur, Ketua Panitia, menambahkan bahwa tahun ini, the 2nd YISHPESS dan 1st CoIS ini berhasil menghadirkan 11 pembicara dari 4 benua yaitu Amerika, Eropa, Asia, dan Australia seperti; Prof. Jacqueline D. Goodway, Ph.D. dari Ohio State University, Amerika Serikat, Prof. Stuart J.H. Biddle, Ph.D, dari University of Southern Queensland, Australia, Jung Son Oak, Ph.D. dari Dankook University, Korea Selatan (Ketua ASIAN Kinesiology), Prof. Dr. Evert Verhagen, Ph.D. dari Vrije Universiteit, Belanda, Prof. Michael Chia, Ph.D., Nanyang Technological University Singapura, beberapa negara yang terlibat dalam kedua seminar internasional tersebut seperti India, Malaysia, dan Arab Saudi.

Hadirnya berbagai pembicara dari berbagai benua diharapkan menambah wawasan dan pengalaman terkait isu-isu keolahragaan yang mengemuka dan beragam dari berbagai penjuru dunia serta akan memperkaya keilmuan keolahragaan nasional. Selain itu, total 171 pemakalah dan peserta seminar dari dosen, mahasiswa, peneliti, dan para insan keolahragaan menunjukkan atensi dan apresiasi peserta seminar di Eastparc Hotel pada 26-27 Oktober lalu. (SP27).