FIK UNY TERIMA BANTUAN SEPATU DAN JERSEY RUGBY DARI JEPANG

Prestasi rugby Universitas Negeri Yogyakarta semakin membaik sejak dibentuk sekitar dua tahun yang lalu. Tim rugby UNY yang seluruhnya merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan tersebut cukup disegani reputasinya di level nasional. Hal tersebut dengan dipilihnya 8 pemain yang masuk dalam Training Centre tim nasional rugby Indonesia untuk ASIAN Games 2018. Selain itu, antusias dan animo mahasiswa serta masyarakat dalam mengenal dan berlatih rugby juga semakin meningkat. Hal tersebut yang mendasari ketertarikan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk memberikan bantuan dan apresiasi kepada FIK UNY. Takanori Hattori, perwakilan JICA yang pada Kamis (25/1) mengunjungi FIK UNY melakukan audiensi dan persiapan kerjasama dalam bentuk pengembangan rugby di UNY dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hatori yang juga merupakan pelatih dan instruktur rugby Jepang turut membawa bantuan berupa sepatu, jersey, dan rompi rugby untuk FIK UNY dan beberapa sekolah di DIY. 

Rencananya, sebagai tindak lanjut kunjungan siang itu, FIK UNY dan JICA akan dilaksanakan pelatihan dan workshop bagi dosen, mahasiswa, dan guru Pendidikan Jasmani di beberapa sekolah DIY. Pada kesempatan itu, Dekan FIK, Wawan S. Suherman, dan Takanori Hatori melakukan ‘video conference’ dengan Profesor Makoto Nishiki dari Ryutsu Keizai University, Jepang yang nantinya akan menjadi narasumber bersama beberapa atlet dan mahasiswanya pada workshop Get into Rugby dan pertandingan persahabatan di akhir Februari tahun ini. 

Dekan FIK UNY, Wawan S. Suherman, didampingi para Wakil Dekan dan Staf Kerjasama FIK, mengungkapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian pemerintah Jepang melalui JICA terhadap UNY yang diwujudkan melalui rugby. “Semoga pertemuan awal dan pemberian bantuan berupa sepatu, jersey, dan rompi ini semakin meningkatkan prestasi rugby UNY dan DIY”, imbuh Wawan. Ke depan Dekan FIK berharap agar kerjasama dengan JICA dapat terus ditingkatkan baik itu dalam pendidikan pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. (SP27)