KUNJUNGAN DAN KULIAH UMUM PRODI PJKR UNLAM KE FIK UNY

Saat ini, pendidikan di Indonesia semakin tertantang pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Akan tetapi, masih ada sumber daya manusia yang tidak mempunyai kelebihan di bidang internal diri (softskills) dan peluang kerja yang ada di dalam negeri semakin terbatas. Oleh karena itu, perlu penyiapan profesionalitas guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) pada era MEA. Demikian disampaikan Erwin Setyo Kriswanto, M.Kes. dalam kuliah umum untuk Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) FKIP Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Banjarmasin. Calon guru maupun guru PJOK harus selalu menjaga stamina kesehatan yang prima, bekerja dengan sepenuh hati dan keikhlasan, mampu berkomunikasi / berinteraksi dengan baik, memiliki kemampuan intelektual yang memadai. Lebih dari itu, kemampuan menguasai bahasa asing, mau menerima pendapat dari luar untuk perbaikan, memiliki latar belakang pendidikan olahraga, memilikikeahlian dalam mendidik atau mengajar PJOK, mampu mentrasfer ilmu pengetahuan atau  metodologi pembelajaran PJOK, memahami konsep perkembangan anak/psikologi perkembangan, kreatif dan memiliki seni dalam mendidik, memiliki manajemen yang baik, menguasai Ipteks, kreatif dan inofatif, memiliki kepribadian yang baik akan menyempurnakan kompetensi guru/ calon guru menjadi profesional sebagai pendidik, imbuh Erwin yang juga merupakan Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) FIK UNY. "Apakah para calon guru diuntungkan atau dirugikan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN?", tanya seorang mahasiswa yang bernama Roger. Kita ditakdirkan untuk bersaing, sehingga selama kita mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan, pasti akan lebih menguntungkan dan lebih memungkinkan peluang kerja yang lebih luas untuk menjadi guru di kawasan ASEAN, apalagi ditambah kondisi demografi Indonesia yang menguntungkan, jawab Erwin Setyo Kriswanto.
Kegiatan tersebut dalam rangkaian Praktek Kerja Lapangan Prodi PJKR Unlam ke FIK UNY pada Selasa, 17 Mei 2016. Sejumlah 57 mahasiswa dan 5 dosen pendamping tampak antusias melihat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta beserta sumber daya yang ada di dalamnya. Ketua Program Studi PJKR FKIP Unlam, Drs. H. Sarmidi, M.Kes. membeberkan bahwa lahirnya Prodi PJKR FKIP Unlam tidak lepas dari peran serta beberapa alumni FIK UNY yang dulu bernama Sekolah Tinggi Olahraga (STO) Yogyakarta. Untuk itu, FKIP Unlam banyak berkiblat dari FIK UNY dalam mengembangkan lembaga, imbuhnya. Kegiatan siang itu diakhiri dengan sesi tukar cindera mata antar pimpinan lembaga dan studi lapangan ke sarana dan prasarana kampus FIK UNY yang diantar beberapa mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa FIK UNY. (SP27)