"SILATURAHIM AKADEMIK TINGKATKAN KULTUR PELAKSANAAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI"

Demikian disampaikan Wakil Rektor III Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., mewakili Rektor UNY dalam sambutan sekaligus membuka Seminar Nasional Keolahragaan 2016 dalam rangka Dies Natalis ke- 65 FIK UNY. Lebih dari itu, Wakil Rektor III UNY mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada Deputi Kemenpora selaku pembicara inti, para narasumber, senior dalam pakar keolahragaan, dan seluruh pemakalah dan peserta seminar atas silaturahim akademik yang diharapkan mampu meningkatkan kultur dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dalam kajian keolahragaan. Selain itu, Wakil Rektor III UNY juga berharap agar forum ilmiah dan akademik seperti seminar dapat menjaga jalinan hubungan dan kerjasama antara FIK Se- Indonesia.

Seminar Nasional Keolahragaan 2016 diselenggarakan di Ruang Sidang Utama GPLA FIK dan diikuti sekitar 250 peserta. Hadir sebagai pembicara inti dalam seminar tersebut Deputi III Kemenpora RI, Dr. Raden Isnanta, M.Pd., dan para pembicara; Prof. Dr. Hari Setiyono, M.Pd. (Guru Besar Olahraga dari Unesa), Prof. Dr. dr. A. Purba, M.S., AIFO (Guru Besar Ilmu Faal Olahraga dari Unpad ), Prof. Dr. Agus Kristiyanto, M.Pd. (Guru Besar Analisis Kebijakan Olahraga dari UNS), Prof. Dr. Wawan S. Suherman, M.Ed. (Guru Besar Pendidikan Jasmani dari UNY), dan dr. A. Andi Kurniawan, Sp.Ko. (CEO Indonesia Sport Medicine Center). Di sela- sela seminar tersebut, kepengurusan Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (IMORI) Daerah Istimewa Yogyakarta turut dilantik oleh Ketua IMORI Pusat serta disaksikan dan penandatanganan berita acara oleh Deputi III Kemenpora, Dekan FIK UNY, dan Ketua IMORI Pusat.

Seminar nasional keolahragaan dengan tema "Refleksi Prestasi dan Budaya Olahraga dalam Perspektif Ilmu Keolahragaan yang Inovatif" dilaksanakan pada Senin, 31 Oktober 2016. Seminar dalam rangkaian Dies Natalis ke-65 FIK UNY menghadirkan Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Dr. Raden Isnanta, M.Pd., selaku 'keynote speaker'. Isnanta menjelaskan beberapa faktor yang menjadi penghambat maupun tantangan olahraga prestasi, olahraga rekreasi, dan olahraga prestasi di Indonesia seperti olahraga belum menjadi budaya hidup lagi karena ancaman kemajuan teknologi (gadget), pemberdayaan olahraga usia dini dan lansia belum maksimal, dan pembinaan usia dini belum sistematis dan berjenjang berakibat pada terbatasnya bibit – bibit unggul yang di proyeksikan menuju prestasi internasional. Lebih lanjut, Raden Isnanta yang merupakan alumni FIK UNY tersebut menyampaikan tujuan dari pembudayaan olaharaga adalah meningkatkan kebugaran masyarakat di semua lapisan dan membangun karakter bangsa yang ujungnya adalah prestasi olahraga internasional. (Satya)